Tips Memilih Jeans Sesuai Bentuk Tubuh Anda

Tahu kan, jeans awalnya hanya dipakai oleh para pekerja, lho. Tepatnya pada tahun 1987 jeans pertama kali diproduksi dengan tujuan membuat celana untuk pekerja yang tidak mudah sobek. Manfaatnya masih bisa kita rasakan hingga saat ini. Setelah menjadi celana kerja, jeans masuk ke industri fashion dan berkembang dengan berbagai mode. Salah satu brand celana jeans yang saat ini sedang naik daun adalah papperdine. Selain banyak macam jenis yang ditawarkan, tapi juga kualitasnya sudah tidak diragukan lagi.


Jenis jeans yang paling disukai anak muda adalah skinny dan slim-fit karena bentuknya yang cocok dipadupadankan dengan apa saja. Namun, tidak semua bentuk tubuh orang cocok lho dengan jeans model ini. Jadi bagaimana Anda tahu jeans mana yang sesuai dengan bentuk tubuh Anda? Yuk, simak cara menemukan jeans yang tepat!


1. Ukuran celana
Pilih ukuran jeans yang pas, jangan membeli celana yang terlalu besar atau terlalu kecil. Anda juga harus memperhatikan ukuran pinggang dan lubang kaki, karena Anda akan sering memakai jeans, jadi Anda harus memperhatikan detail dari semua sisi, cocok atau tidaknya bentuk tubuh Anda juga menjadi pertimbangan saat membeli.

2. Model celana jeans
Saat membeli celana Anda juga harus bisa memilah tren yang sedang booming. Salah satu tren jeans adalah jeans robek. Namun model jeans ini tidak cocok untuk dipakai semua orang dan tidak bisa dipakai setiap saat. Pilih jeans yang bisa di segala kondisi dan pas saat Anda memakainya.

Kapas
Memiliki daya serap dan fleksibilitas yang baik. Pilihan tepat untuk Toppers yang mudah berkeringat dan memiliki aktivitas yang dinamis.

Campuran poliester
Bahan ini tidak hanya tahan lama tetapi juga memiliki tampilan ramping yang tidak mudah kusut. Pilihan sempurna untuk celana longgar untuk menambah volume pada kaki yang terlalu ramping.

Wol
Celana dengan wol mungkin terasa lebih panas dan gerah. Jadi, hindari penggunaan bahan wol untuk celana ketat atau skinny. Gunakan bahan ini untuk celana longgar.

Denim
Bahan denim umumnya cocok untuk semua jenis postur tubuh. Namun, berbagai warna dan corak itulah yang perlu diperhatikan Toppers saat memilih celana denim. Mulai dari celana denim gelap hingga biru muda cerah, semuanya harus Anda sesuaikan dengan postur dan warna kulit Anda.

3. Warna Jeans
Jeans merupakan salah satu fashion item yang sangat penting bagi pria, karena dengan celana ini akan lebih mudah untuk dipadukan dengan atasan seperti t-shirt, sweater, atau jaket. Anda harus memperhatikan warna jeans yang ingin Anda beli. Pilih warna celana dengan trend fashion dan bisa digunakan di era apapun. Warna yang bisa menjadi pilihan Anda adalah jeans biru, denim biru tua, atau hitam yang bisa dipadukan dengan berbagai model atau warna atasan.

Warna gelap
Warna-warna gelap seperti hitam, biru tua, atau abu-abu tua adalah beberapa pilihan warna gelap netral yang bisa menjadi pilihan tepat bagi Toppers yang memiliki postur tubuh relatif lebar. Warna gelap akan membantu membuat postur tubuh Anda terlihat lebih ramping.

Warna cerah
Sebaliknya, warna-warna yang lebih terang seperti jeans biru muda, putih, abu-abu muda, dan warna-warna terang lainnya menjadi pilihan bagi Toppers yang memiliki postur tubuh dan kaki yang relatif ramping.

warna-warni
Untuk Toppers yang memiliki warna kulit gelap, hindari memilih warna-warna cerah seperti merah cerah, biru cerah, kuning, dan warna cerah lainnya. Selain warna-warna gelap, pilihan yang tepat untuk Anda yang memiliki warna kulit gelap adalah warna-warna bersahaja seperti coklat, krem, atau warna lain yang sejenis.


Tips Memilih Sandal Rumah Yang Enak di Pakai

Memilih sandal yang akan digunakan di rumah tentu berbeda dengan sandal untuk aktivitas di luar rumah. Bukan hanya permukaan pijakan saja yang berbeda, tetapi juga tujuan penggunaannya.

Setiap orang memiliki alasan masing-masing dalam menggunakan sandal di dalam rumah. Ada yang ingin menghindari lantai yang dingin, menjaga kaki dari debu tipis di lantai rumah, atau sekedar menambah kenyamanan saat berada di rumah. Namun jika pemilihan sandal rumah tidak tepat, maka kenyamanan menggunakan sandal di dalam rumah akan hilang.

 

1. Pilih model sandal yang sesuai dengan aktivitas dan usiamu
Saat Anda datang ke toko, Anda akan melihat berbagai model sandal lucu. Namun, jangan mudah tergiur dan memilih sandal anak berdasarkan modelnya saja. Anda harus mempertimbangkan apakah modelnya cocok dengan aktivitas si kecil atau tidak. Jangan sampai sandal yang digunakan membuat anak sulit berjalan dan mudah terjatuh.

Untuk anak usia satu atau dua tahun, mereka sangat mudah jatuh dan tersandung. Jika sandal yang dipilih tidak menutupi jari kaki, maka akan mudah terluka. Oleh karena itu, anak-anak seusia ini membutuhkan sandal dengan model penutup jari kaki.

Biasanya model sandal anak ini dilengkapi dengan pengait di belakangnya agar lebih kencang dan tidak mudah lepas saat digunakan. Selain itu model sandal untuk anak ini juga cocok digunakan saat anak keluar rumah saat jalanan becek. Jari-jari kaki Anda akan terlindungi dari cipratan air hujan.

Sedangkan untuk anak-anak yang berusia di atas tiga tahun ke atas diperbolehkan menggunakan sandal jepit atau ujung jari yang terbuka. Ini membuatnya lebih mudah bagi mereka untuk berjalan, berlari dan mudah untuk memakai dan lepas landas sendiri. Model sandal ini sangat cocok digunakan di jalan berpasir karena mudah dibersihkan. 

2. Pilih ukuran yang tepat
Sama seperti sepatu, Anda juga perlu memilih sandal anak yang ukurannya pas. Jangan terlalu besar karena akan mudah jatuh. Atau terlalu sempit karena akan melukai jari-jari dan kulit kakinya.

Jadi, usahakan selalu untuk memastikan ukuran sandal dengan memakainya secara langsung. Hindari membeli sandal secara online agar tidak salah pilih ukuran sandal.

3. Bahan dasar sandal

Ada sandal anak yang terbuat dari kulit, karet, atau karet. Untuk anak-anak yang berusia satu atau dua tahun, pilihlah sandal yang terbuat dari bahan kulit yang lentur. Bahan sandal ini lebih nyaman digunakan oleh anak-anak dan tahan lama.

Jika sudah besar, anak diperbolehkan menggunakan sandal yang terbuat dari karet, plastik, atau bahan lain yang lebih keras karena kakinya cukup kuat.

4. Perhatikan kualitas
Bahan yang berkualitas akan sangat menentukan keamanan dan kenyamanan sandal. Untuk kegiatan santai, pilihlah sandal yang terbuat dari kulit atau kain, sedangkan sandal yang terbuat dari nilon, karet atau poliuretan sangat cocok untuk kegiatan yang berhubungan dengan air.

Penggunaan bahan kulit pada sandal akan menghasilkan kualitas yang kuat, sedangkan penggunaan kain pada sandal akan menghasilkan sentuhan lembut pada kulit kaki Anda. Penggunaan bahan nylon, rubber dan polyurethane akan membuat sandal tidak mudah terpeleset dan kering saat terkena air sehingga meminimalkan resiko terkena jamur dan kutu air.